Tampilkan postingan dengan label AGAMA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

YUK HIJRAH KE YATSRIB!!



Yatsrib merupakan nama lain kota Madinah. Wilayah Yatsrib dikelilingi gunung berapi yang subur tanahnya. Sehingga menjadi pusat pertanian dan jalur perdagangan yang ramai. Kota Yatsrib merupakan daerah persawahan dan perkebunan, hasil terbesarnya adalah kurma dan anggur. Masyarakatnya juga beternak seperti unta, sapi kambing dan kuda. Selain itu mereka juga berdagang. Mata uang yang digunakan disana adalah Dirham dan Dinar, namun adakalanya mereka berdagang dan melakukan jual beli dengan cara tukar menukar barang (barter). Penduduk Yatsrib sebagaian besar merupakan pendatang. Sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw., terdapat tiga suku besar dari agama Yahudi di Yatsrib diantaranya suku Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Selain suku Yahudi terdapat pula suku dari bangsa Arab yang menetap disana, di antaranya yaitu suku Aus dan Khazraj. Mereka beribadah dengan cara menyembah berhala. Pada awalnya suku-suku di Yatsrib hidup dengan rukun, damai dan penuh rasa kasih sayang. Mereka juga memiliki sifat-sifat terpuji diantaranya memiliki sifat yang berani, dermawan, setia, rela berjuang, sabar dan jujur. Selain itu mereka juga senang menerima tamu. Namun selanjutnya mulai timbul saling curiga dan saling ancam. Perselisihan terjadi antara dua suku besar dari bangsa Arab, yaitu suku Aus dan Khazraj. Mereka diadu domba oleh suku Yahudi sehingga kehidupan masyarakatpun menjadi tidak teratur. Sangat sulit untuk menjalin persatuan di bawah satu pemerintahan yang mengatur semua kabilah. Yang menjadi penyebab utama perselisihan salah satunya adalah masalah ekonomi. Terkadang mereka juga sering memperebutkan daerah yang subur dan kekuasaan. Namun dua suku tersebut dapat bersatu ketika melawan Yahudi. Meskipun kerukunan belum begitu terjalin hingga kedatangan Nabi Muhammad Saw. ke Yatsrib.

PUASA SUNNAH

A1. Pengertian puasa sunnah
    Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkannya mulai dari terbit fajar (Subuh) sampai terbenam matahari (Magrib). Puasa sunnah adalah puasa selain puasa wajib, yakni puasa yang apabila dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa.

    2. Macam – macam puasa sunnah
a. Puasa Sunnah
- 6 hari pada bulan Syawal (setiap tahun).  Keutamaannya sama dengan puasa seumur hidup.
- 3 hari putih (ayyaamu al-baudh) yaitu tanggal 13, 14, 15 atau 14, 15, 16 setiap bulan pada kalender hijriah.  Keutamannya sama dengan puasa seumur hidup.
- Senin dan Kamis sesuai sunnah Nabi Muhammad SWA.  Karena amalan-amalan diangkat ke langit pada hari Senin dan Kamis.
- Hari Arafah (9 Dzulhijjah).  Keutamaannya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama 2 tahun sebelumnya.
- Hari Asyura (10 Muharam).  Keutamaannya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.
- Puasa Nabi Daud berselang sehari.  Inilah puasa yang paling utama.
- Memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syahban.

Puasa Haram
b. - Puasa hari raya Idul Fitri (1 Syawal) atau Idul Adha (10 Dzulhijah)
c. - Puasa pada hari Tasriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah)

Puasa Makruh
d. - Hanya berpuasa sunnah pada hari Jum’at saja.
e. - Puasa sunnah terus menerus (tidak berbuka) bukan karena nazar.
f. - Sebelum tibanya bulan Ramadhan (sehari atau dua hari) untuk menyambut kedatangannya.
g. - Berpuasa hanya pada hari Sabtu.

3. Ketentuan puasa sunnah
a. Niat di malam hari atau ketika ingat,
b. Makan sahur pada dini hari,
c. Menghindari makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa,
d. Menahan diri dari perbuatan tercela dan menjaga lisan dari perkataan yang kotor,
e. Memperbanyak amal ibadah dan berdoa serta shadaqah,
f. Menyegerakan berbuka jika telah mendengar adzan Maghrib, dan berdoa ketika berbuka

g. Syarat Wajib Puasa
1. Beragama Islam
2. Berakal Sehat
3. Baligh (Dewasa)
4. Kuat mampu melaksanakan

h. Orang yang tidak dikenai kewajiban berpuasa
1.orang yang sakit
2.orang yang berpergian jauh
3.orang yang tua,lemah dan tidak kuat berpuasa
4.orang yang hamil tua
5.orang yang dalam keadaan haid dan nifas

i. Syarat Sah Puasa
1.beragama islam
2.Mumayyiz (orang yang mampu membedakan mana yang baik dan benar)
3.suci dari haid dan nifas
4.dikerjakan pada waktu tertentu yang diperbolehkan

j. Rukun Puasa
1.Niat
2.Menahan diri

k. Sunah-sunah puasa
1.segera berbuka puasa
2.berdoa ketika berbuka
3.berbuka dengan makanan manis
4.makan sahur
5.mengakhirkan makan sahur
6.memperbanyak sedekah

l. Pembatal Puasa
1.makan minum dengan sengaja
2.muntah dengan sengaja
3.keluar darah haid dan nifas
4.Gila
5.keluar dari islam

m. Hikmah berpuasa
1.mendidik sikap disiplin
2.menumbuhkan sikap tawakal dan sabar
3.mendidik untuk jujur, disiplin dan sabar